Category Archives: Catatanku

Tugas seorang GURU

di bawah ini adalah beberapa tugas pokok seorang guru yang harus dilaksanakan sesuai amanat undang undang

1. Mengajar

Mentransfer ilmu sesuai kompetensi kita kepada peserta didik

Minimal mengajar adalah 24jam, yang kurang dari itu (yang sertifikasi gak dapet dong)

2. Membuat perangkat mengajar

adapun perangkat mengajar yang perlu dimiliki seorang guru adalah :

3. Memberikan Pendidikan Karakter Bangsa

Tujuan nya untuk apa ????? “men bocah dadi wong bener” (biar anak jadi anak yang benar, pinter ning bener.) adapun indikator pendidikan karakter adalah :

4. Memberikan contoh (yang baik)

yang sering terlupakan bahwa guru dituntut untuk memberikan contoh suri tauladan kepada peserta didik dalam istilah jawa GURU = diguGU dan ditiRU, tidak hanya memberi perintah dan himbauan saja tapi memberikan contoh adalah yang lebih baik, NATO = No Action Talk Only 🙂

mungkin ada yang lain lagi, namun saya rasa dengan 4 macam tugas guru diatas kalau kita kerjakan baik baik maka pendidikan dapat berjalan sesuai alur yang dkehendaki oleh bangsa ini. Semoga Allah senantiasa menuntun kita kearah jalan yang lebih baik lagi Amiin

 

Iklan

Sebuah Catatan tentang LKS Kab

Sebuah catatan dari teman saya Paknug

Sedikit curhat saya pada teman-teman, LKS seinget saya si lomba antar siswa.. bukan antar lomba antar guru, kepsek, apalagi institusi, walaupun tentu saja kebanggaan jelas ada pada diri guru, kepsek, maupun institusi terkait hasil LKS. Jadi menurut saya para guru dan kepsek jangan melibatkan perasaan dan emosi terlalu jauh hingga meninggalkan akal sehat dengan saling curiga apalagi sampai berbuat curang. Saya yakin kita semua INGIN anak didiknya menang LKS namun saya lebih yakin dan percaya bahwa kita semua tentu LEBIH INGIN mengirim anak didik “yang terbaik”, “yang berkarakter”, “yang benar-benar jagoan”, atau “yang juara sejati” -entah itu anak didik kita atau bukan- untuk mewakili Kab. Banjarnegara di ajang LKS Prov di Semarang kelak. Jadi saat LKS Kab ini kita sebaiknya berpikir mengenai lawan-lawan yang akan dihadapi di LKS Prov nanti, harus dihadapi dengan jagowan dan jagowati terbaik dari Banjarnegara. LKS bagi pendapat saya pribadi hanya mercusuar saja (kelihatan bersinar di tengah lautan, tapi setelah didekati belum tentu sekemilau sinar yang dipancarkan… ternyata cuma seonggok batu karang), hanya mewakili sedikit saja dari mutu pendidikan di institusi terkait, jadi juga kurang pas kalo menurut saya jika berpendapat SMK A lebih baik dari SMK B karena menang LKSnya lebih banyak. Kalau di internal si boleh-boleh saja bahkan harus kalo kita bikin slogan dalam menghadapi ajang LKS semacam: “Ayo kita bantai SMK A”, atau “Babat habis SMK B”, tapi hanya untuk membakar semangat dan mengeluarkan potensi terbaik kita dan anak didik kita. Mudah-mudahan LKS Kab Banjarnegara berjalan lancar, kondusif, tambah mempererat kebersamaan kita, dan semoga kita dapat terus saling berbagi untuk kemajuan pendidikan di Banjarnegara (sing nulis padahal udu wong Banjar lho..he3) Mohon dikoreksi kalo ada kata-kata yang salah, karena yang menulis tidak lebih tahu dari yang membaca.

SISWA GURU dan Sebuah Percontohan

oleh Farkhan Sukron Thefreshmaker pada 24 Mei 2011 pukul 21:16

Siswa = Pelajar = Murid = Santri = Anak Didik = atau apapun namanya merupakan manusia yang sedang dalam pembentukan karakter, apakah dia sudah berusia lanjut atau masih belia.

khusus Siswa Sekolah atau bisa disebut Pelajar (SMK-SMA Kebawah), banyak sekali dari mereka memiliki karakter yang sangat berbeda beda, dari yang baik sampai yang luar biasa nakalnya, sebagai seorang yang bertanggung jawab dalam mengantarkan pelajar dalam pembentukan karakter mereka, kadang kala menghadapinya bukan perkara gampang dan juga bukan perkara sulit, asal kita bisa yakin konsisten dan yang terpenting ikhlas Insya Allah kita bisa membentuk karakter mereka sesuai dengan kaidah kaidah Tangan Tuhan,

sebenernya mereka merindukan contoh nyata, setiap perintah setiap saran kadang kadang sulit sekali mereka menjalankanya, tapi andaikan mereka kita beri contoh kayaknya lebih mudah untuk di tirunya, (tentunya contoh yang kita berikan bukan contoh yang negatif)

ada pelajar merokok di sekolahan = harusnya kita beri mereka contoh guru jangan merokok di Sekolah

ada pelajar datangnya terlambat = harusnya kita berikan mereka contoh guru selalu berangkat lebih awal

Setiap penangannya tidak harus dengan kekerasan setiap pelajar memiliki titik sensitif kesadaran hati sendiri sendiri tinggal seberapa mampukah kita mencarinya, dengan tidak bosan bosan mengingatkan dengan tidak bosan bosan membimbing dan dengan tidak bosan bosan kita memberikan percontohan yang baik terhadap mereka. jangan kita mengatakan telah mengingatkan, jangan kita mengatakan telah membimbing tapi itu dilakukan hanya sekali.

apapun yang kita ucapkan tapi tidak kita imbangi dengan perbuatan maka sama saja kita sedang menjerumuskan mereka untuk hanya bisa bicara tetapi enggan bertindak

Generasi Instan’s

Ketika melihat gelagat siswa sekarang ini sepertinya ada kencenderungan mereka untuk lebih menyukai hal hal yang berbau instan atau maunya yang praktis praktis aja,  kencenderungan ini menurut saya mengarah ke hal hal yang tidakpositif

kita ketahui instan atau praktis  itu tidak hanya ada pada makanan saja tapi sudah masuk pada pola pikir manusia memang praktis atau instans adalah sesuatu yang meng-enakan dan tidak merepotkan namun dibalik semua itu, sesuatu hal yang praktis atau instans dalam pola pikir seseorang biasanya akan cenderung meninggalkan nilai nilai sebuah perjuangan dan cenderung akan menjadikan seseorang yang maunya yang enak enak saja. ibarat mendaki gunung maunya dianter pakai helikopter langsung sampai ke puncak tidak perlu susah susah,

Pola pikir instans sebagai contoh adalah :

1. Tidak perlu belajar untuk memperoleh nilai tinggi, tinggal bikin contekan untuk menghadapi ujian sekolah

2. Tidak perlu mengerjakan Tugas, tinggal menyalin tugas teman saja di sekolah

3. Mengandalkan teman ketika sedang praktikum

4. Cuek aja jika terjadi kelas kosong, ketika bapak/ibu guru lupa atau ada halangan

5. Buka komputer buka pesbuk lupakan pelajaran (sebodo teing..)

6. Selesai Pelajaran di Bengkel/Lab langsung pergi saja buat apa piket di bengkel

7. Selesai Praktek di Bengkel/Lab biarkan saja alat berantakan tanpa mau mengembalikan ketempat semula

8. Pinjam Lab untuk Belajar bersama… tapi yang dibuka pertama dan seterusnya adalah pesbuk dot kom

9. Ijin kebelakang bablas ke kantin

10. Kepentingan Organisasi sekolah lebih diatas kepentingan pelajaran

11. Ketika tertangkap tangan berbuat kesalahan maka siapkan seribu macam alasan tanpa mau jentel mengakuinya

12. Ketika Guru menasehati tutup rapat2 kuping kanan dan kuping kiri

Kebohongan Pelajar terhadap orang Tua dan Guru

sebagai seorang pelajar di tingkat menengah kerap sekali melakukan perbuatan berbohong terhadap orang tua atau Guru walau ini tidak semuanya hanya oknum pelajar saja, adapun kebohongan yang sering dilakukan oknum tersebut adalah :

1.Ada kegiatan tambahan di sekolah padahal bermain/pacaran

2. Ada tarikan/iuran di sekolah padahal tidak ada

3. Menggunakan uang SPP

4.  Dari rumah berangkat kesekolah tetapi tidak nyampai di sekolahan

5. Memalsu tanda tangan Orang tua

6. Tidak menyampaikan surat Panggilan kepada orang tua

7.  Menggantikan wali/orang tua dengan teman/oranglain ketika dipanggil ke sekolah saat ada kasus atau permasalahan di sekolah

8. Berpura pura Sakit untuk minta surat ijin

9. Meminjam Bengkel untuk belajar padahal hanya untuk FB nan

mungkin masih banyak lagi, namun ini yang sering aku lihat ketika berada di sekolah sekarang ini

 

Bisnis itu butuh keuletan

Ketika saya mau masuk kesekolah, saya melihat ada anak yang membawa tas kresek yang berisi entah apa aku nggak tau, dalam pikiranku mungkin dia sedang membawa bahan praktek untuk pelajaran produktif atau apa.

dan ketika aku masuk kelas ternyata si anak yang membawa tas kresek tadi ternyata adalah anak yang masuk ke kelas ku hari ini, berhubung aku sangat penasaran dengan isi tas tersebut maka aku langsung menanyakan kepadanya apa isi tas kresek yang dia bawa karena seperti isinya banyak sekali,

Baca lebih lanjut

Mari Sejenak Bersholawat

Marilah sejenak kita tinggalkan aktifitas untuk merenungkan apa yang kita perbuat hari ini dan kemaren, kita renungkan begitu banyak dosa yang telah kita perbuat dengan mendengarkan sholawat Insya Allah dapat menenangkan hati kita dan berharap kita bisa bangkit untuk Taubatan Nasuha dan senantiasa mengerjakan amal sholeh
Sholatun Bissalamil Mubin – Habib Abdul Qodir Syeh Asegaf