Monthly Archives: Desember 2011

SISWA GURU dan Sebuah Percontohan

oleh Farkhan Sukron Thefreshmaker pada 24 Mei 2011 pukul 21:16

Siswa = Pelajar = Murid = Santri = Anak Didik = atau apapun namanya merupakan manusia yang sedang dalam pembentukan karakter, apakah dia sudah berusia lanjut atau masih belia.

khusus Siswa Sekolah atau bisa disebut Pelajar (SMK-SMA Kebawah), banyak sekali dari mereka memiliki karakter yang sangat berbeda beda, dari yang baik sampai yang luar biasa nakalnya, sebagai seorang yang bertanggung jawab dalam mengantarkan pelajar dalam pembentukan karakter mereka, kadang kala menghadapinya bukan perkara gampang dan juga bukan perkara sulit, asal kita bisa yakin konsisten dan yang terpenting ikhlas Insya Allah kita bisa membentuk karakter mereka sesuai dengan kaidah kaidah Tangan Tuhan,

sebenernya mereka merindukan contoh nyata, setiap perintah setiap saran kadang kadang sulit sekali mereka menjalankanya, tapi andaikan mereka kita beri contoh kayaknya lebih mudah untuk di tirunya, (tentunya contoh yang kita berikan bukan contoh yang negatif)

ada pelajar merokok di sekolahan = harusnya kita beri mereka contoh guru jangan merokok di Sekolah

ada pelajar datangnya terlambat = harusnya kita berikan mereka contoh guru selalu berangkat lebih awal

Setiap penangannya tidak harus dengan kekerasan setiap pelajar memiliki titik sensitif kesadaran hati sendiri sendiri tinggal seberapa mampukah kita mencarinya, dengan tidak bosan bosan mengingatkan dengan tidak bosan bosan membimbing dan dengan tidak bosan bosan kita memberikan percontohan yang baik terhadap mereka. jangan kita mengatakan telah mengingatkan, jangan kita mengatakan telah membimbing tapi itu dilakukan hanya sekali.

apapun yang kita ucapkan tapi tidak kita imbangi dengan perbuatan maka sama saja kita sedang menjerumuskan mereka untuk hanya bisa bicara tetapi enggan bertindak

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI

Coat of Arms of Indonesia Garuda Pancasila.svg

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 44 TAHUN 2008
TENTANG
PORNOGRAFI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:
a. bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, etika, akhlak mulia, dan kepribadian luhur bangsa, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati kebinekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta melindungi harkat dan martabat setiap warga negara;
b. bahwa pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi semakin berkembang luas di tengah masyarakat yang mengancam kehidupan dan tatanan sosial masyarakat Indonesia;
c. bahwa peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pornografi yang ada saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan hukum serta perkembangan masyarakat;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu membentuk Undang-Undang tentang Pornografi;
Mengingat:    Pasal 20 Pasal 21, Pasal 28B ayat (2), Pasal 28J ayat (2), dan Pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:  UNDANG-UNDANG TENTANG PORNOGRAFI.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:

1. Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.
2. Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.
3. Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.

4. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.

5. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
6. Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Pasal 2

Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebinekaan, kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.

Pasal 3

Undang-Undang ini bertujuan:

a. mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;
b. menghormati, melindungi, dan melestarikan nilai seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual keagamaan masyarakat Indonesia yang majemuk;

c. memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat;

d. memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan

e. mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.

Baca lebih lanjut

Mencemaskan, 90% Pelaku Video Porno Indonesia Pelajar

Maraknya pornoaksi Indonesia sudah menunjukkan angka mencemaskan. Peri Umar Farouk, Ketua Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera” (JBDK) memberikan data cukup mencengangkan. Menurutnya, per akhir Mei 2007, ditengarai beredar lebih dari 500 video porno asli Indonesia.

“Pelakunya hampir semua profesi,” kata Peri Umar Farouk.www.semua-nyata.blogspot.comNamun persentase terbesar adalah pelajar dan mahasiswa (sekitar 90%). Sisanya adalah PNS, pejabat, petinggi partai, penegak hukum hingga kepala daerah. Pada tahun ini jumlah video porno membengkak menjadi 800 video porno. Data ini terungkap dalam acara konferensi pers Jaringan Pendukung UU Pornografi yang diadakan di Press Room DPD RI, Jumat (18/6) pagi.

Sementara itu, menurut Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Provinsi Jambi, Juniwati T Masjchun Sofwan, penyebaran video porno sudah sangat menyimpang, tidak menghormati norma agama dan norma sosial, terutama penghormatan terhadap lembaga pernikahan.

“Aspirasi masyarakat daerah, tak hanya dari Provinsi Jambi, namun juga dari berbagai daerah lainnya, menunjukkan masyarakat telah sangat resah atas masifnya penyebaran video porno serta dampak yang ditimbulkannya,” kata Juniwati.www.semua-nyata.blogspot.comSebagai representasi daerah, lanjut Juniwati, sudah seharusnya anggota DPD RI menindaklanjuti aspirasi ini dengan langkah-langkah yang bersesuaian dengan tugas dan wewenang DPD RI, dalam rangka memerankan fungsi legislasi dan pengawasannya atas Undang-Undang tertentu.

Ketua Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA Indonesia), Tatty Elmir, menambahkan, siapapun pelaku pornografi, maka anak yang akan selalu jadi korban utamanya. Siapapun yang mentoleransi ini, maka adik, anak, cucu, keturunan dan orang-orang yang disayanginya akan jadi korban berikutnya.

Karena itu, jelas Tatty Elmir, sesuai dengan UU No. 44 tahun 2008 tentang pornografi, maka mulai dari model, pembuat, pengunduh, pengunggah, penyebar, penyimpan hingga penikmat, bisa masuk pelaku kriminal.

“Karena itu perlu ditegaskan sekali lagi bahwa pornografi bukan hiburan, tapi kejahatan,” tegasnya.www.semua-nyata.blogspot.comJaringan yang mendorong UU Pornografi ini merasa kondisi kali ini jauh lebih mendesak karena sejumlah data menunjukan Indonesia adalah salah satu negara yang penduduknya paling banyak mengakses internet untuk mendapatkan informasi seputar seks. Ia juga mengatakan, Indonesia merupakan negara keempat di dunia yang mengakses kata “sex” atau “porn” lewat google.

sumber: ruangbacaan.blogspot.com

Generasi Instan’s

Ketika melihat gelagat siswa sekarang ini sepertinya ada kencenderungan mereka untuk lebih menyukai hal hal yang berbau instan atau maunya yang praktis praktis aja,  kencenderungan ini menurut saya mengarah ke hal hal yang tidakpositif

kita ketahui instan atau praktis  itu tidak hanya ada pada makanan saja tapi sudah masuk pada pola pikir manusia memang praktis atau instans adalah sesuatu yang meng-enakan dan tidak merepotkan namun dibalik semua itu, sesuatu hal yang praktis atau instans dalam pola pikir seseorang biasanya akan cenderung meninggalkan nilai nilai sebuah perjuangan dan cenderung akan menjadikan seseorang yang maunya yang enak enak saja. ibarat mendaki gunung maunya dianter pakai helikopter langsung sampai ke puncak tidak perlu susah susah,

Pola pikir instans sebagai contoh adalah :

1. Tidak perlu belajar untuk memperoleh nilai tinggi, tinggal bikin contekan untuk menghadapi ujian sekolah

2. Tidak perlu mengerjakan Tugas, tinggal menyalin tugas teman saja di sekolah

3. Mengandalkan teman ketika sedang praktikum

4. Cuek aja jika terjadi kelas kosong, ketika bapak/ibu guru lupa atau ada halangan

5. Buka komputer buka pesbuk lupakan pelajaran (sebodo teing..)

6. Selesai Pelajaran di Bengkel/Lab langsung pergi saja buat apa piket di bengkel

7. Selesai Praktek di Bengkel/Lab biarkan saja alat berantakan tanpa mau mengembalikan ketempat semula

8. Pinjam Lab untuk Belajar bersama… tapi yang dibuka pertama dan seterusnya adalah pesbuk dot kom

9. Ijin kebelakang bablas ke kantin

10. Kepentingan Organisasi sekolah lebih diatas kepentingan pelajaran

11. Ketika tertangkap tangan berbuat kesalahan maka siapkan seribu macam alasan tanpa mau jentel mengakuinya

12. Ketika Guru menasehati tutup rapat2 kuping kanan dan kuping kiri

Program Tahunan dan Program Semester tahun 2011-2012

Program Tahunan dan Program Semester tahun 2011-2012

Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK NEGERI 2 BAWNAG

Soal UJian Akhir Semester Gasal 2011/2012

Di Bawah ini dalah Soal Produktif TKJ

Ujian Akhir Semester Gasal Tahun 2011/2012 SMK Negeri 2 Bawang, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Indonesia

Mulok Desain Website

Melakukan Installasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN)

Mendiagnosis permasalahanPengopersian PC yang Tersambung Jaringan

Malekukan dan atau setting Ulang Koneksi Jaringan

Melakukan Installasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI dan TEXT

Melakukan Installasi Perangkat Jaringan Berbasis Luas (WAN)

Nilai Praktikum diambil 40%, Nilai UJian Akhir Semester 30%, Ulangan Harian dan Tugas Mandiri 20%, Kehadiran 10% = Nilai Raport