68% Remaja Pernah Berhubungan Seks


sebuah kutipan dari Media Indonesia, 10 Agustus 2010

TEMUAN mempri hatinkan diungkap kan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah Benny Benu. Menurutnya, dari hasil penelitian, sebanyak 68% kalangan remaja Indonesia pernah berhubungan seks.

Hal itu dikatakan Benny di Palangkaraya, Minggu (8/8). “Bahkan dari hasil penelitian pada 2009 juga disebutkan 87% kalangan remaja sudah pernah menonton film porno atau blue film. Terutama mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung,” jelasnya.

” />

Benny menambahkan, biasanya mereka berhubungan seks atau menonton film porno pada saat orang tua mereka tidak berada di rumah karena kesibukan bekerja atau kegiat an lainnya. “Terjadinya hubungan seks maupun nonton fi lm porno, salah satu faktor penyebabnya karena orang tua, lingkungan, guru tidak pernah memberikan pengetahuan aspek reproduksi sejak mereka menginjak remaja.’’ Ia mengingatkan, pengetahuan aspek reproduksi merupakan hak anak yang harus diberikan.

Namun pada kenyataannya hak itu selama ini justru dipenjarakan. Prinsip seperti ini pada akhirnya menjadi bumerang karena para remaja terpaksa memilih belajar soal seks dengan cara sendiri.

“Ratusan tahun hak anak untuk mengetahui aspek reproduksi disembunyikan orang tua karena dianggap tabu untuk dibicarakan,’’ ungkap Benny.

“Ke depannya hak anak untuk mengetahui aspek reproduksi sudah saatnya diberikan sehingga mereka lebih paham dan tahu akibat apabila salah dalam mengartikannya,” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry B Harma mengungkapkan lantaran menyinggung masalah sensitif, jarang dilakukan penelitian perilaku seks bebas di kalangan remaja.

Namun ia yakin seks di kalangan mereka pasti lebih intens kuantitasnya. “Seks bebas bagi remaja kini sudah dianggap sebagai life style gaya hidup modern.”

Menurut Sonny, gaya hidup remaja, terutama di kota, sangat rentan terhadap pergaulan bebas. Secara fisiologis, alat-alat reproduksi mereka sudah berkembang optimal, di sisi lain usia remaja mempunyai sifat ingin tahu yang sangat besar. Termasuk pengetahuan tentang seks. `’Internet, televisi, majalah, dan bentuk bentuk media lain menjadi ‘guru seks’ para remaja.’’ Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan seluruh jaringan internet internasional akan segera disterilkan dari situs porno.

“Kami akan segera melakukan penertiban internet service provider (ISP) dari situs porno,” kata Tifatul Sembiring di sela seminar penyiaran di Yogyakarta, kemarin.
Menurut Tifatul, saat ini sedang dilakukan proses mengeluarkan izin pada sekitar 300 ISP, tetapi yang aktif hanya 200 ISP.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga memberikan sosialisasi dan bertemu dengan pengelola ISP untuk menghilangkan konten pornografi dalam layanan mereka. (Ant/H-1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s