Belajar dari Kegagalan


Semua manusia pasti pernah merasakan sebuah kegagalan, semua manusia pasti pernah mengalami kegagalan. dan sebuah kegagalan bagaikan makhluk yang bisa hinggap di setiap manusia tidak pandang bulu, apakah besar atau kecil, kaya atau miskin, tua atau muda. semua pasti pernah mengalaminya. yang membedakan adalah cara pandang mereka terhadap sebuah kegagalan apakah mereka bisa berfikir positif dengan kegagalan itu, ataukah hanya bisa mengumpat, marah, menyalahkan orang lain atau menyalahkan Tuhan bahkan hingga sampai membunuh dirinya sendiri karena tidak kuat dengan sebuah kegagalan.

” />

Andaikan kita mau merenung dan mensikapi positif saya yakin di dalam sebuah kegagalan pasti ada hikmahnya yang mungkin saja kita belum tau saja. Kegagalan memang rasanya pahit, getir, sakit yang teramat sangat. namun kalau kita cermati sebuah kegagalan datangnya dari diri kita sendiri, keberhasilan adalah proses yang di dambakan seseorang namun apa bila dalam melakukan/menjalankan sebuah proses itu dilakukan secara salah, maka yang kita jumpai adalah sebuah kegagalan

Belajar dari sebuah kegagalan mungkin akan memberikan energi positif bagi kita untuk selalu berusaha agar suatu saat yang kita dambakan yaitu sebuah keberhasilan akan terwujud jadi yang kita lakukan adalah selalu berusaha dengan ihklas dan pantang menyerah, centoh kegigihan seorang penemu lampu pijar Thomas Alfa Edison dalam bereksperiman dan selalu menemuai kegagalan sehingga dari sekian ratus kali kegagalan dengan kegigihanya yang pantang menyerah sehingga dia bisa mendapatkan keberhasilan inilah kisahnya:

“Thomas Alfa Edison, penemu lampu, pada mulanya dianggap bodoh oleh gurunya, sehingga dia dikeluarkan dari sekolahnya. Ibunya memutuskan untuk mengajari sendiri anaknya, karena tak ada sekolah yang mau menerimanya.

Karier penemuannya diawali setelah membaca buku School of Natural Philosophy karya RG Parker (isinya petunjuk praktis untuk melakukan eksperimen di rumah) dan Dictionary Of Science. Ibunya lalu membuatkan sebuah Laboratorium kecil buat dia.

Penemuan terbesarnya adalah Lampu pijar. Namun sebenarnya Thomas Alfa Edison telah menemukan banyak alat dan telah dipatenkan. Penemuan yang dipatenkannya tercatat sebanyak 1.093 buah.

Pada saat menemukan Lampu Pijar ini Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Pada saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab: “SAYA SUKSES, KARENA SAYA TELAH KEHABISAN APA YANG DISEBUT KEGAGALAN”. Bayangkan dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab: “DENGAN KEGAGALAN TERSEBUT, SAYA MALAH MENGETAHUI RIBUAN CARA AGAR LAMPU TIDAK MENYALA”. Luar biasa, Thomas Alfa Edison memandang kegagalan dari kaca mata yang sangat positif. Kegagalan bukan sebagai kekalahan tapi dipandang dari sisi yang lain dan bermanfaat, yaitu mengetahui cara agar lampu tidak menyala.

Cara pandang positifThomas Alfa Edison, tidak menyurutkan semangat, bahkan tetap mampu meyakinkan orang lain untuk mendanai “Proyek Gagal” nya yang berulang-ulang. Ini juga satu hal yang luar biasa. Adakah kita mampu menyakinkan orang untuk mendanai riset kita yang telah gagal berulang-ulang? Tentu bukan pekerjaan yang mudah bukan?”

buat saudaraku yang sedang mengalami sebuah kegagalan semoga ini sedikit memberikan energi Positif untuk kembali bangkit meraih kesuksesan “Kegagalan adalah sebuah Kesuksesan yang tertunda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s